Sumber: Rekap Performa Toko · Periode Januari – Juni 2026 · Channel Baby Shop, Minimarket, Supermarket
RANKING TOKO
Sell Out per Channel
Margin per Channel
Jumlah Toko per Channel
Status Margin per baris toko-bulan sesuai filter
Tren Sell Out per Bulan
Tren Sell Out & Margin Bulanan biaya non-COGS tercatat lag 1 bulan — lihat catatan di bawah
Sell OutMargin
Rekap Biaya Trade Marketing total nominal sesuai filter aktif · biaya selain COGS adalah pengajuan bulan sebelumnya
Proporsi Komponen Biaya % dari total biaya
Struktur Biaya per Channel % terhadap sell out channel tsb.
Ranking Toko
Ranking Toko — Total 6 Bulan sell out, biaya, dan margin kumulatif per toko sesuai filter
Insight Utama ringkasan naratif seluruh jaringan · Januari – Juni · tidak mengikuti filter di atas
1. Ringkasan Jaringan
Total sell out Rp3,38 miliar dari 69 toko (62 toko), margin bersih Rp1,19 miliar atau 35,1% dari sell out.
Total Cost (COGS + listing + promo + trading term) menyerap 64,9% dari sell out.
2. Per Channel
Baby Shop tulang punggung volume: 41 toko (38 toko), Rp2,64 M sell out (78% jaringan), margin 33,4%.
Minimarket margin% tertinggi (45,4%) tapi hanya 3 toko, didominasi ALFAGIFT.
Supermarket: 21 dari 25 toko, margin 33,8%, sell out Rp255 juta.
3. Tren Bulanan
Sell out naik dari Rp347jt (Jan) ke puncak Rp831jt (Jun) — lebih dari 2x lipat.
Sempat terkoreksi di April (Rp516jt, turun dari puncak Maret Rp684jt) sebelum naik lagi di Mei–Juni.
4. Toko Terbaik
ALFAGIFT margin tertinggi: Rp227 juta (48,9%) sepanjang periode.
Disusul LIYON BABY NUSANTARA (Rp117jt), HOLAJEV BABY SHOP (Rp98jt), dan BABYSHOP DAY (Rp94jt) — seluruhnya channel Baby Shop.
5. Toko Merugi
22 toko pernah mencatat margin negatif (26 baris toko-bulan), kumulatif -Rp90,5 juta.
Penyebabnya 100% biaya non-COGS (Listing NPD/Pareto KA, Trading Term, Promo Fund) yang menumpuk di satu bulan — bukan COGS melebihi sell out. 15 dari 26 baris bahkan terjadi saat sell out nol (biaya nyangkut tanpa penjualan bulan itu), sejalan dengan sifat biaya non-COGS yang lag satu bulan.
FOODHALL tercatat rugi -Rp38 juta di Mei meski sell out masih nol — ini bukan toko bermasalah, listing baru dilakukan Mei dan barang baru dikirim awal Juni, sehingga sell out pertama baru akan tercatat di Juli (di luar periode data Jan–Jun ini).
ALFAMIDI rugi terbesar kedua (-Rp15 juta).
6. Struktur Biaya
COGS mendominasi 42,6% dari sell out, jauh di atas komponen lain.
Promo Fund 17,7%, Trading Term 2,5%, Listing Pareto KA 1,3%, Listing NPD 0,7%.
7. Konsentrasi Portofolio
10 toko teratas menyumbang porsi mayoritas margin jaringan — kinerja jaringan sangat bergantung pada segelintir toko besar Baby Shop & ALFAGIFT.
Sebagian besar dari 69 toko berkontribusi kecil terhadap total, khas distribusi Pareto pada jaringan multi-outlet.
Koneksi internet Anda sedang bermasalah, mohon coba gunakan jaringan lain.Tutup